Sejak dirilis di Indonesia, Jumat pekan kemarin, film 2012 terus menuai kontroversi. Film yang menceritakan akhir dunia ini dinilai mendahului kehendak Tuhan.
Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang, Jawa Timur, bahkan melarang masyarakat menonton film yang menggambarkan hari kiamat ini. Menurut MUI Malang, film ini tidak bermanfaat, dapat menggoyang iman, dan menyesatkan.
Ketua MUI Malang Kiai Haji Mahmud Zubaidi mengatakan, film jelas bertentangan dengan tuntunan agama Islam. Sebab tak ada satu pun manusia di bumi ini yang bisa menebak datangnya hari pembalasan, termasuk hari dan tahunnya.
Mahmud menyarankan sebaiknya pemerintah melalui Lembaga Sensor dan lembaga terkait segera merevisi film dan menarik film ini dari peredaran.
Tapi, Ketua MUI Pusat Amidhan punya pandangan berbeda. Dia menilai, cerita "2012" tidak bermasalah. Menurut Amidhan, film dengan tema seperti ini sebelumnya juga pernah beredar di Indonesia.
Film 2012 bercerita mengenai hari kiamat yang diyakini terjadi pada 21 Desember 2012. Meski menemui banyak kecaman, nyatanya penggemar film di Tanah Air terus berbondong-bondong membanjir bioskop yang memutar film ini.(Metrotvnews.com)
Melihat fenomena kontroversi diatas, semuanya kembali kepada kita bgaimana harus menyikapi hal tersebut. Menurut saya setidaknya ada beberapa aspek yang dapat kita ambil dari film tersebut yaitu ; yang pertama : Aspek hiburan, karena memang setiap film-film yang dirilis memang mengandung unsur entertainment. Yang kedua : Aspek "siraman rohani", dari film tersebut dapat kita saksikan kehancuran alam semesta yang sangat dahsyat, walaupun tidak nyata tapi cukup menggambarkan betapa kecil dan lemah nya kita manusia dihadapan Sang pencipta. Film ini menyadarkan kita untuk selalu memperbaiki dan mempersiapkan diri.
Apakah film ini merusak akidah dan menyesatkan???
sebenarnyaj awabannya sudah ada,
BUKANKAH kita sudah punya dasar keyakinan yang kuat tentang kiamat?? saya rasa kita semua sudah memilikinya, bahkan anak-anak SD pun sudah tau kalau tak ada yang dapat mengetahui datang nya hari kiamat, karena kepercayaan tentang hari kiamat sudah diajarkan sejak usia dini dalam pendidikan, bahkan orang2 yang tidak berpendidikan pun sudah tau.
BUKANKAH kita punya para ulama/da'i yang selalu mengingatkan kita tentang hari kiamat dalm setiap kesempatan, nah film ini bisa menjadi media bagi mereka dalam berdakwah. Saya rasa dengan film ini para ulama/dai lebih mudah menyampaikan kedahsyatan akhir zaman yang selama ini hanya mereka sampaikan secara audio, dengan adanya film ini mereka juga bisa menyampaikan materi dakwah(tentang kiamat) secara visual, sehingga apa yg mereka sampaikan lebih "mengena" dihati umat.
Harusnya para ulama/dai menyikapi film ini dengan positif bukan melarang atau bahkan mengharamkan.
mari kita renungkan
...Wallahu a'alam bisshawab....
Sabtu, 19 Desember 2009
Langganan:
Komentar (Atom)