TAN MALAKA PAHLAWAN JENIUS YANG TERLUPAKAN
- Biografi Tan Malaka
Dalam catatan sejarah kelahiran Tan Malaka masih terdapat perbedaan-perbedaan mengenai tanggal, tahun lahirnya namun dengan catatan ia masuk sekolah rendah tahun 1903, jadi diasumsikan Tan Malaka lahir pada tanggal 02 Juni 1897 di desa Pandan Gadang Sumatera Barat. Nama lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka sebuah nama khas Minang yang kental dengan tradisi islamnya. Beliau bisa dikategorikan sebagai salah satu dari tokoh-tokoh besar bangsa
Mulai tahun 1913 dan sampai enam tahun kemudian Beliau tercatat sebagai siswa Rijks Kweekschool di Haarlem,
Akhirnya pada tahun 1921 pergi ke
Sedangkan menurut Harry A Poeze sejarawan asal Belanda Tan Malaka ditembak mati pada tanggal 21 Februari tahun 1949 setelah tertangkap di Desa Selo Panggung di lereng gunung Wilis. beliau ditembak mati atas perintah Letnan Dua Sukotjo
- Pemikiran Tan Malaka
Tan Malaka merupakan pemikir dan penulis yang produktif, Beliau banyak menuangkan pokok pikiran atau ide beliau yang berbentuk filsafat, revolusi dan lain-lain dalam bentuk karya tulis.
Pemikiran beliau dibidang filsafat adalah Madilog (materialisme, Dialektika, Logika) yang beliau tuangkan dalam karya tulis yang berjudul Madilog pada tahun 1942
Tan Malaka dengan tegas membatasi daerah cakupan pembahasan madilog. Madilog tidak berlaku bagi promise-promise non-ilmiah misalnya daerah keyakinan atau kepercayaan. Ketuhanan Yang Maha Esa misalnya dinyatakan oleh Tan Malaka berada diluar daerah pembahasan Madilog.
Oleh Tan Malaka, Madilog dimaksudkan untuk memerangi mistik timur yang sangat menghambat kemajuan dan kebudayaan dan juga sebagai tandingan bagi penulis-penulis barat yang terlalu meninggalkan logika.
Menurut Beliau, Hindu yang sangat kental mistiknya dan Imperialis lah yang manyebabkan
Demikianlah Madilog merupakan cara berfikir ilmiah yang merupakan sumbangan Tan Malaka dibidang filsafat umumnya dan ilmu pengetahuan khususnya. Madilog mengajak dan memperkenalkan kepada bangsa
Didalam karya Madilog-nya, Tan malaka mengkritik logika mistik . Beliau berpendapat bahwa inti ajaran agama bukanlah pada kegaiban, yakni pengharapan surga dan neraka. Seharusnya dengan berkembangnya akal budi manusia, beragama tidak lagi didasarkan pada kenikmatan surga dan kesengsaraan neraka. Tan Malaka juga mengkritik penjungkirbalikan agama. Yakni, ajaran kegaiban yang pada awalnya sebagai iming-iming agar manusia mengikuti ajaran nabi, namun sekarang diletakkan sebagai yang utama. Dikarenakan kritikan Tan Malaka yang berani, seringkali ia dicap sebagai anti agama, kafir, murtad. Padahal beliau dilahirkan dari keluarga muslim yang taat. Bahkan saat ibunya sakit, beliau sempat membaca
Pemikiran Tan Malaka berbeda dengan pemikiran Karl Max dan Lenin – yang melahirkan paham komunis – walaupun kedua filsuf itu merupakan inspirator bagi beliau dalam pemikiran filsafat, karena Beliau menempatkan agama sebagai sesuatu hal yang tidak tergabung dengan pola pikir Madilog, akan tetapi secara tidak langsung Madilog dapat menerangi agama seperti obor yang menerangi dari luar dan tidak memasuki benda itu seluruhnya.
Dengan kata lain Tan Malaka menegaskan bahwa pola pikir Madilog bisa dipakai untuk atau alat memahami dan menganalisa doktrin agama. Jadi Beliau memakai filsafat Marxisme hanya sebatas metode bukan sebagai dogma (agama)
Bila dikaitkan dengan Islam, Madilog sangat sesuai sekali dengan Islam. Bagi Tan Malaka, Islam diakuinya sebagai penggunaan cara berfikir Madilog realistis dan dinamis. Dalam Islam keselarasan antara akal atau rasionalitas yang berpuncak pada science, selalu dijaga keseimbangannya dengan suara hati yang merupakan manifestasi dari iman. Dan juga tidak menimbulkan sikap atheisme karena akal yang melampaui iman. Al-qur'an selalu menekankan keseimbangan antara keduanya dan banyak nash-nash yang menunjukkan hal itu.
Kemudian hal terpenting dari Islam, seperti yang ditunjukkan oleh Tan Malaka adalah Islam memberikan kemajuan bagi bangsa Eropa. Lewat Islamlah ilmu penegetahuan dapat dijembatani dari masa Yunani-Romawi kemasa sekarang, sebab Eropa pada abad pertengahan sebagai abad kegelapan, yaitu pada masa berlakunya zaman Skolastik Kristen dimana dominasi dogma mengalahkan akal.
Pokok pikiran Tan Malaka yang lain yaitu tentang konsep kemerdekaan. Dalam brosurnya yang berjudul Politik pada tahun 1945 Tan Malaka menyatakan bahwa kemerdekaan itu adalah kedaulatan yang mengandung makna kekuasaan dan kemakmuran. Dalam buku tersebut ditulis percakapan antara beberapa tokoh yang mewakili paham-paham yang terpenting dalam revolusi, selanjutnya diuraikan bahwa kemerdekaan bukanlah kemauan tunggal tetapi kemauan terikat. Menurut Tan Malaka, kemerdekaan suatu negara amat erat kaitannya dengan negara-negara lain dengan adanya pengakauan atas terikatnya kemerdekaan negara-negara itu sama lainnya.
Selanjutnya tentang kemerdekaan seratus persen, Menurut Tan Malaka kemerdekaan itu adalah kemerdekaan yang mengandung batasan-batasan :
1. Daerah
2. Kedaulatan
3. Administrasi
4. Kekuasaan atas perekonomian
- Kesimpulan
Ternyata spekulasi yang berkembang selama ini bahwa beliau atheis (Komunis) tidaklah benar, karena filsafat beliau yang terinspirasi dari Karl Marx hanya diterapkan dalam konteks metode berfikir ilmiah bukanlah sebagai dogma. Bagi beliau, Madilog dipakai untuk untuk menciptakan pola pikir yang rasional dan memahami dogma agama dengan pemikiran yang rasional dan dinamis, dan ternyata islam sesuai dengan pola pikir Madilog yang Beliau kembangkan.
wah terima kasih telah memberi pencerahan berpikir, ,
BalasHapusdan Tan Malakalah yang memiliki cara berfikir yang mendalam dan berdasar pada fakta dan logika
good job sir
BalasHapus